MENJADI RUMAH SAKIT RUJUKAN PELAYANAN KESEHATAN BAGI MASYARAKAT BREBES DAN SEKITARNYA YANG BERMUTU, MEMUASKAN DAN MANDIRI
Humas RSUD Brebes 21 Juli 2016

RSUD BREBES ---- Hj. Idza Priyanti, SE melakukan inspeksi mendadak ke RSUD Brebes (Senin, 11/07/2016). Dalam sidak tersebut Bupati Brebes di sambut oleh Direktur RSUD Brebes drg. Oo Suprana, M.Kes beserta jajarannya. Sidak tersebut bertujuan untuk memastikan pelayanan kesehatan RSUD Brebes tetap berjalan sebagaimana mestinya, dan memastikan para PNS agar tidak mangkir dari kewajibannya.    Selain itu Hj. Idza Priyanti berkeliling ke Poliklinik dan bersalaman dengan pasien yang sedang menunggu giliran panggilan dokter. Bupati juga langsung berdialog dengan para pasien yang mengantre terkait layanan yang diberikan di poliklinik tersebut. “Hari ini saya pastikan layanan rawat jalan poliklinik RSUD Brebes sudah berjalan normal. Masyarakat bisa terlayani semua,” tandas Bupati Brebes Idza Priyanti di sela-sela kegiatannya. Bupati juga menekankan, agar pelayanan prima diberikan kepada masyarakat yang akan berobat. Para pasien yang menggunakan BPJS juga tidak dipungut biaya sepeserpun.

“Alhamdulilah, untuk pelayanan rawat jalan di hari pertama ini semuanya berjalan baik. Semua dokter dan perawat juga sudah bekerja normal, setelah mereka cuti libur Lebaran,” terangnya. Direktur RSUD Brebes, drg Oo Suprana mengatakan, di hari pertama layanan rawat jalan RSUD Brebes beroperasi, jumlah pasien memang mengalami peningkatan tajam. Namun demikian, pihaknya menjamin membludaknya jumlah pasien itu tidak akan mempengaruhi pelayanan. Sebab, hampir semua tenaga medis rumah sakit di poliklinik telah siap melayani para pasien. “Untuk hari ini, pasien rawat jalan mengalami peningkatan hingga 30 persen, dibanding hari-hari biasa. Ini mungkin karena hari pertama setelah cuti Lebaran, karena selama sepekan layanan poliklinik libur,” jelasnya. Usai sidak Bupati menyempatkan melihat proyek pembangunan RSUD Brebes empat lantai. Dalam keterangannya Direktur RSUD Brebes drg. Oo Suprana M. Kes mengatakan saat ini proses pembangunan fisik mencapai 30 persen dan berakhir Desember 2016.