MENJADI RUMAH SAKIT RUJUKAN PELAYANAN KESEHATAN BAGI MASYARAKAT BREBES DAN SEKITARNYA YANG BERMUTU, MEMUASKAN DAN MANDIRI
Admin 4 April 2015

Baru-baru ini muncul tren penggunaan cairan berbahan dasar alkohol (hand sanitizer) untuk membersihkan tangan. Ukurannya yang kecil, dengan wewangian yang memikat, bahkan dalam berbagai kemasan yang menarik, jelas membuatnya mendapat tempat di hati masyarakat. Dalam sekejap, hampir semua orang menggunakannya. Pertanyaannya, apakah kebiasaan ini benar-benar bisa menggantikan cuci tangan dengan sabun?

Mencuci tangan adalah salah satu cara paling efektif untuk mencegah tubuh dari terjangkit kuman penyakit. Standarnya, mencuci tangan dilakukan dengan menggunakan sabun di bawah air mengalir. Namun, membersihkan tangan dengan cairan antiseptik berbahan dasar alkohol juga memiliki beberapa keuntungan, di antaranya:

  1. Praktis, mudah dibawa, dan dapat digunakan di manapun

  2. Bisa digunakan kapanpun dan hanya membutuhkan waktu singkat

  3. Menurunkan angka transmisi kuman karena menyebabkan banyak orang memiliki akses untuk membersihkan tangan

Bagaimana dengan efektivitasnya? Disebutkan bahwa membersihkan tangan dengan larutan alkohol hampir sama baiknya dengan mencuci tangan menggunakan sabun. Hal ini dibuktikan oleh beberapa uji klinis yang dipublikasi dalam jurnal internasional. Dari penelitian yang dilakukan pada tenaga medis tersebut, dilaporkan bahwa kuman berkurang hampir sama banyaknya pada cuci tangan dengan sabun maupun dengan cairan alkohol.

Bukan berarti kita bisa meninggalkan cuci tangan dengan sabun! Halaman berikut penjelasannya:

Cuci Tangan dengan Sabun Tetap Lebih Baik

Cuci tangan, terutama yang dilakukan selama 30 detik hingga 1 menit dengan menggunakan sabun di bawah air mengalir masih dipercaya sebagai cara yang paling baik untuk membersihkan tangan dari kuman, dengan begitu memutuskan rantai penularan penyakit. Bagaimanapun, penggunaan sabun yang digosokkan secara merata ke seluruh tangan lebih mengangkat kuman yang bersembunyi di antara lipatan-lipatan kulit. Contohnya, cuci tangan menggunakan sabun dengan teknik yang tepat di bawah air mengalir dan lama membersihkan yang memadai masih menjadi cara utama para dokter sebelum melakukan operasi pada pasien.  

Dalam beberapa kondisi, mencuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir tetap menjadi pilihan utama untuk membersihkan tangan kita. Hand sanitizer tidak efektif dalam membersihkan kondisi tangan yang sangat terkontaminasi. Misalnya saat tangan terkontaminasi banyak cairan ataupun darah yang diduga mengandung kuman penyakit, maka membersihkan tangan dengan alkohol (yang hanya bisa dilakukan dengan singkat) tidak dapat mengakomodasi kebersihan tangan kita. Alkohol adalah bahan yang mudah menguap, maka tentunya akan merepotkan bila mesti berulang-ulang menggunakan hand sanitizer tersebut. Selain merepotkan, bila terlalu sering berkontak dengan cairan berbahan dasar alkohol, pada orang-orang yang sensitif dapat menyebabkan kulit menjadi kering dan berisiko menimbulkan kemerahan serta gatal.

Selain itu, maraknya peredaran hand sanitizer palsu akhir-akhir ini harus diwaspadai. Berhati-hatilah dalam memilih produk hand sanitizer. Dapatkanlah produk ini dari agen yang terpercaya dan jangan tertipu oleh harga yang murah.

Adalah hal yang baik bila semakin banyak orang sadar untuk selalu membersihkan tangan mereka, mengingat mudahnya penularan kuman penyakit lewat tangan. Hand sanitizer adalah cara yang praktis. Namun, bila Anda memiliki kesempatan, utamakanlah mencuci tangan menggunakan sabun di bawah air mengalir dengan waktu dan teknik yang benar!

 

 

Sumber : http://klikdokter.com/